
Sumbawa – SamantaNews – Jejak peninggalan peradaban manusia zaman dahulu ternyata bisa dinikmati langsung di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, terdapat sebuah spot bersejarah yang tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Tempat itu dikenal dengan Sarkofagus Ai Renung, sebuah peninggalan arkeologi yang menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masa lalu.

Namun, Batu Tering bukan hanya tentang sarkofagus. Desa wisata ini juga menyimpan keindahan alam yang unik dan menantang rasa penasaran. Sebut saja Liang Petang dan Liang Bukal, gua alami yang menjadi rumah bagi puluhan juta kelelawar. Menyaksikan langsung momen sore hari ketika jutaan kelelawar keluar dari sarangnya untuk mencari makan, menghadirkan suasana dramatis yang tak terlupakan, perpaduan suara kepakan sayap dan pemandangan langit yang dipenuhi siluet kelelawar.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati kesegaran air alami di Bendungan Tiu Sekat dan Tiu Ai Angat. Spot ini menjadi tempat favorit untuk berenang dan bersantai di tengah nuansa pedesaan yang asri.

Menuju Desa Batu Tering pun sangat mudah. Hanya butuh sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Sumbawa, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses jalan yang relatif lancar membuat desa ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Sumbawa

.Desa Batu Tering adalah perpaduan antara wisata sejarah, petualangan alam, dan relaksasi yang tak bisa ditemukan di tempat lain. Jadi, jika Anda mencari pengalaman wisata yang berbeda, penuh cerita, sekaligus menantang rasa ingin tahu, Batu Tering siap menyambut dengan pesonanya.
