
Denpasar Bali, Samantanews.com — Minggu, 16/11/ Santri Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Pada ajang World Science Olympiad (WSO) 2025 yang digelar secara offline di Hongkong Garden International Restaurant, Denpasar–Bali, para santri berhasil membawa pulang 14 medali, terdiri dari 10 medali perak dan 4 medali perunggu.
Kompetisi bergengsi ini mempertemukan pelajar dari berbagai negara dan menguji kemampuan peserta dalam lima bidang ilmu: Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, dan Bisnis. WSO 2025 berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, babak penyesihan, hingga upacara penghargaan yang menampilkan peserta dan pendidik dari lebih dari 10 negara. Dan PM IDea Malela saru-satunya perwakilan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Rincian Prestasi Para Santri
Pada bidang Biologi tingkat SMA, santri PMI Dea Malela berhasil meraih enam medali perak melalui tiga tim:
Afina Hanin Najihah & Damita Elysia Cetta
Asya Indirabbina Risqa & Fatimah Izz Zayani
M. Rasha Al Ramsi & M. Zidane Datih Azmul F.
Pada bidang Matematika tingkat SMA, dua medali perak diraih oleh tim:
Alvin Ramadhani & Muhammad Sajhia Yafin.
Bidang Matematika tingkat SMP turut menyumbang dua medali perak melalui:
Nabillah Putri Yusuf & Putri Eyra Nursalsabila.
Sementara itu, dua medali perunggu diraih pada bidang Kimia tingkat SMA oleh:
Nuraisyah Azzahra & Aozora Aruruqu Kemangdongan.
Tambahan dua medali perunggu juga datang dari bidang Matematika tingkat SMP, melalui:
Dzikra Syaravana & Aisyah Zulfakar Ramadhani.
Mengusung Tema Masa Depan Berkelanjutan
WSO 2025 mengangkat tema “Global Scientific Literacy for a Sustainable Future” yang menekankan pentingnya literasi sains sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di era modern. Melalui ujian tertulis, analisis studi kasus, hingga presentasi ilmiah, para peserta diuji kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep sains, serta kemampuan menyelesaikan masalah.
Keberhasilan santri PMI Dea Malela ini diharapkan dapat menjadi pemacu motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang sains, riset, dan inovasi, sekaligus mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. (SN)
