
Sumbawa, SamantaNews.com — Dusun Buin Rare, Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, porak-poranda usai diterjang banjir bandang pada Jumat (14/11) sekitar pukul 13.00 WITA. Air setinggi dua meter meluap masuk ke rumah-rumah warga dengan arus deras yang membawa lumpur pekat.
Sebanyak 14 KK atau 85 jiwa terdampak, termasuk 5 balita dan 7 lansia yang sempat diungsikan saat banjir menerjang perkampungan tersebut. Selain merendam rumah, derasnya banjir menghancurkan berbagai barang elektronik milik warga.

“Rusak semua barang elektronik kami, seperti TV, kulkas, salon aktif, mesin cuci, dan surat-surat penting juga ikut rusak terendam air dan lumpur,” ungkap Nanda, salah satu warga yang menjadi korban.
Nanda juga menambahkan bahwa pakaian sekolah anak-anak hanyut terbawa arus, sehingga mereka kini tak memiliki seragam untuk kembali bersekolah.
Kebutuhan Mendesak Warga
Kepala Desa Sepayung, Sahabudin, mengungkapkan bahwa warga kini sangat membutuhkan bantuan kebutuhan pokok, terutama sembako. Persediaan beras masyarakat rusak total akibat terendam air.
“Tempat tidur warga juga rusak semua. Mereka membutuhkan matras, selimut, dan kebutuhan pokok lain,” ujarnya.

Sahabudin juga menegaskan bahwa banjir ini terjadi akibat dangkalnya sungai di wilayah itu karena sedimentasi. Setiap tahun warga dihantam banjir serupa dan sangat berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai sepanjang satu kilometer.
BPBD Turun ke Lokasi
Dari pantauan BPBD Kabupaten Sumbawa pada Minggu sore (16/11), lumpur dengan ketebalan 50 hingga 70 sentimeter masih memenuhi pekarangan dan bagian dalam rumah warga. Meski demikian, masyarakat tetap berupaya membersihkan rumah sambil menunggu bantuan.
Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dr. Rusdinto Ar, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami warga RT 02 RW 14 Dusun Buin Rare. Total 14 KK dan 85 jiwa terdampak,” jelasnya.
Rusdinto juga menjelaskan adanya keterlambatan tim menuju lokasi karena pada hari yang sama terjadi banjir di Lingkungan Raberas serta tanah longsor di Kelurahan Pekat. Selain itu, sebagian tim juga dikerahkan untuk memantau kondisi jalan yang terputus akibat banjir di wilayah lain.
“Saat ini kami melakukan asesmen awal terkait jumlah warga terdampak dan jenis kerusakan. Hasilnya akan segera kami laporkan kepada pemerintah daerah sambil menunggu laporan resmi dari Pemerintah Desa Sepayung,” tambahnya.
Imbauan kepada Masyarakat

Di akhir pernyataannya, Dr. Rusdinto Ar menghimbau agar masyarakat tetap waspada di awal musim penghujan ini.
“Jika terjadi bencana, segera laporkan kepada pemerintah desa, kadus, RT/RW, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas. Agar jalur komando informasi cepat sampai ke kabupaten,” pungkasnya.
(SN)
