
Sumbawa, SamantaNews.com — Respons cepat Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali terlihat pasca banjir bandang yang menerjang Dusun Buin Rare, Desa Sepayung, pada Jumat (14/11). Empat hari setelah kejadian, Wakil Bupati Sumbawa, Muhammad Ansori, turun langsung menemui warga terdampak pada Selasa (18/11/2025).
Dalam kunjungannya, Wabup Ansori membawa sejumlah bantuan kebutuhan pokok berupa sembako, matras, selimut, beras, minyak goreng, air mineral, mie instan, pampers bayi, serta berbagai perlengkapan penting lainnya. Bantuan tersebut diserahkan kepada 14 KK dengan total 85 jiwa yang terdampak banjir, termasuk pemberian santunan kepada para lansia.

Wakil Bupati hadir bersama jajaran Dinas Pangan, Dinas Sosial, BPBD, PRKP, perwakilan Camat Plampang, Kepala Desa Sepayung, hingga Pendamping PKH.
Warga Minta Normalisasi Sungai Sepanjang 1 Kilometer
Dalam dialog dengan warga, masyarakat Buin Rare menyampaikan permohonan agar dilakukan normalisasi sungai sepanjang satu kilometer. Hal ini dinilai mendesak mengingat musim penghujan baru dimulai dan risiko banjir susulan masih sangat tinggi.
Permintaan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wabup Ansori dan disaksikan oleh Kepala Desa Sepayung, Kaharuddin.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sumbawa memastikan bahwa pemerintah daerah akan merealisasikan normalisasi sungai secepatnya. Ia bahkan menginstruksikan langsung kepada Kabid II BPBD untuk segera menindaklanjuti pengerjaan tersebut.
“Apa yang menjadi harapan masyarakat Buin Rare tentu akan kami realisasikan. Mohon segera dikerjakan normalisasi sungainya,” tegas Ansori di hadapan warga.
Kunjungan Ditutup dengan Makan Bersama Warga
Setelah meninjau kondisi dusun dan menyerahkan bantuan, Wabup Ansori meluangkan waktu untuk makan bersama warga terdampak banjir. Suasana penuh keakraban tampak antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Warga pun mengaku bersyukur dan merasa diperhatikan.
“Terima kasih pak Wakil Bupati yang telah menyempatkan waktu melihat kondisi kami secara langsung,” ucap salah satu warga dengan penuh haru.
Dengan komitmen percepatan normalisasi sungai dan dukungan langsung dari pemerintah daerah, masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (SN)
