
Sumbawa, SamantaNews.com — Pemerataan layanan gizi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih menghadapi tantangan. Saat ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi baru berjumlah 10 unit dan belum menjangkau seluruh wilayah.
Jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa mencapai 219.191 orang, terdiri dari peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak dengan masalah gizi. Namun, dari jumlah tersebut, baru 33.291 orang yang terlayani oleh 10 SPPG yang ada. Sementara 185.900 penerima manfaat, mayoritas berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), masih belum mendapatkan layanan MBG.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, pemerintah daerah tahun ini akan membangun 32 SPPG baru yang khusus ditempatkan di wilayah-wilayah 3T dan tersebar di 16 kecamatan.
“Di daerah kami saat ini hanya ada sekitar 10 SPPG yang beroperasi. Dengan keterbatasan ini, sekitar 185.900 penerima manfaat belum terlayani program MBG,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, melalui Kabid PPM Bappeda Sumbawa, Dr. Rusmayadi, saat ditemui Selasa (18/11).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan 32 SPPG baru tersebut sudah direncanakan mulai tahun ini dan ditargetkan beroperasi pada Januari 2026.
Adapun kecamatan yang akan mendapatkan fasilitas SPPG baru meliputi:
Lunyuk, Alas, Batu Lanteh, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Lape, Plampang, Labuhan Badas, Labangka, Unter Iwes, Moyo Utara, Tarano, Maronge, Orong Telu, Lenangguar, dan Ropang.
Total SPPG baru ini akan melayani sekitar 10.939 penerima manfaat yang berada di 16 kecamatan tersebut.
“Pembangunan SPPG di daerah terpencil ini untuk memastikan penerima manfaat MBG—seperti siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui—benar-benar mendapatkan layanan gizi yang layak,” jelasnya.
Rusmayadi juga menegaskan bahwa sebelum dioperasikan, seluruh SPPG wajib memenuhi prosedur dan standar pelayanan yang sudah ditetapkan. (**)
