
Jakarta, SamantaNews.Com — 29 November 2025 — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan terkini mengenai jumlah korban jiwa dan kondisi wilayah terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Bencana yang terjadi sejak awal pekan ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang sebelumnya telah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut BMKG, pergerakan Siklon Tropis Senyar yang kini bergerak menjauhi Indonesia menuju Malaysia membuat intensitas hujan perlahan menurun. Pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi hujan lebat di wilayah terdampak.
Sumatra Utara: 166 Meninggal, 143 Masih Hilang
BNPB menyebut bahwa per Sabtu (29/11/2025), jumlah korban meninggal di Sumatra Utara mencapai 166 jiwa, meningkat 66 jiwa dari data sehari sebelumnya yang tercatat 116 korban. Selain itu, 143 orang masih dalam pencarian hingga sore ini.
Lebih dari 5.000 kepala keluarga (KK) telah mengungsi ke sejumlah titik penampungan yang tersebar di beberapa kabupaten. Tim SAR gabungan masih berupaya keras menembus daerah-daerah yang tertimbun longsoran atau terisolasi akibat rusaknya akses jalan.
Aceh: 47 Korban Meninggal, Ribuan Mengungsi
Di Aceh, BNPB mencatat 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, dan 8 orang mengalami luka-luka. Jumlah pengungsi di seluruh wilayah Aceh mencapai 48.887 KK. Aparat menyebut masih banyak wilayah yang belum dapat dijangkau karena tertutup material longsor dan infrastruktur yang rusak.
“Data ini sangat mungkin berubah, mengingat beberapa daerah masih terisolasi dan kebutuhan untuk membuka akses masih menjadi tantangan utama,” ujar pejabat BNPB dalam keterangan resminya.
Sumatra Barat Mulai Pulih
Sementara itu, situasi di Sumatra Barat menunjukkan perkembangan positif. Dari sebelumnya 16 wilayah terdampak, kini tinggal 6 kabupaten/kota yang masih dalam status penanganan intensif. Cuaca cerah dalam dua hari terakhir membantu mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material banjir serta longsor.
Meski demikian, akses transportasi darat di beberapa titik masih terputus. Selain itu, jaringan komunikasi yang sempat lumpuh kini mulai pulih, meski beberapa daerah masih mengalami keterbatasan sinyal.
Upaya Berkelanjutan Pemerintah
Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian korban, penyaluran logistik, serta rehabilitasi infrastruktur dasar. BNPB menegaskan data akan terus diperbarui seiring membaiknya akses ke wilayah terdampak.
Operasi SAR masih berlangsung secara intensif, dibantu TNI-Polri, relawan, dan masyarakat setempat. (**)
