Lunyuk, Sumbawa, NTB | Kamis, 18 Desember 2025 — Samantanews.com
Pencarian korban terseret air bah di Brang Beh, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), memasuki hari kelima dengan tantangan medan yang semakin berat. Kondisi geografis yang curam, bebatuan cadas dan licin, serta cuaca ekstrem menjadi hambatan serius bagi tim gabungan di lapangan.
Korban diketahui bernama Rizki (29), warga Lombok Barat, yang dilaporkan hilang sejak Minggu lalu setelah terseret derasnya arus air bah Brang Beh. Hingga Kamis sore, korban belum berhasil ditemukan. Meski demikian, tim gabungan sempat menemukan tas milik korban pada Rabu siang, sekitar 600 meter dari titik awal korban dinyatakan hilang.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) terdiri dari BNPB, BPBD Kabupaten Sumbawa, PB-TRC, Basarnas, TNI/Polri, Pramuka Peduli, Dinas Pemadam Kebakaran, serta unsur Pemerintah Kecamatan Lunyuk. Sejak pagi hingga sore hari, penyisiran terus dilakukan di sekitar lokasi awal kejadian dan sepanjang aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, melalui Kepala Bidang II Kedaruratan dan Logistik (Karlog), Dr. Rusdianto AR, menyampaikan bahwa pencarian hari kelima masih belum membuahkan hasil.
“Hari kelima ini kami masih melakukan penyisiran, meskipun kondisi lapangan sangat ekstrem. Sampai hari ini kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, namun tim tetap berupaya semaksimal mungkin dalam misi operasi SAR ini,” ujar Dr. Rusdianto.
Ia juga menjelaskan bahwa pada hari keenam, Jumat (19/12), pola pencarian akan mengalami perubahan. Hal tersebut dilakukan bukan untuk menghentikan pencarian, melainkan menyesuaikan metode karena cuaca yang tidak memungkinkan.
“Besok tim gabungan tidak melakukan penyisiran seperti biasa karena cuaca ekstrem. Namun pencarian tidak dihentikan, kami mengubah metode dengan melakukan pemantauan serta meminta bantuan masyarakat. Jika ada yang melihat atau menemukan hal mencurigakan terkait korban, segera melaporkan agar bisa langsung kami evakuasi,” jelasnya.
Menurutnya, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), tim SAR akan tetap berada di lokasi hingga tujuh hari sejak kejadian. Apabila korban ditemukan setelah itu, proses evakuasi tetap akan dilakukan.
“Bukan menghentikan pencarian, tetapi karena kondisi cuaca buruk membuat penyisiran kurang maksimal. Kami tetap melakukan pemantauan dan siap mengevakuasi korban kapan pun ditemukan,” tutup Dr. Rusdianto.
Pencarian hari kelima akhirnya dihentikan sementara pada sore hari akibat cuaca yang tidak bersahabat. Pihak berwenang berharap peran aktif masyarakat sekitar untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang diduga terseret derasnya air bah Brang Beh. (SN)