
Sumbawa, NTB, Samantanews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan secara nyata. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Muhammad Ansori, memimpin langsung kegiatan penanaman pohon di kawasan wisata Gua Liang Petang, Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Minggu (11/1/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Lestari dan Hijaukan Sumbawa” ini merupakan bagian dari Safari Hijau, dengan penanaman sebanyak 1.200 pohon jenis kemiri, durian, dan nangka. Aksi lingkungan tersebut melibatkan sekitar 200 warga Desa Batu Tering, sebagai wujud gotong royong dan kepedulian bersama terhadap alam.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Moh. Ansori, Kepala Desa Batu Tering Alwan Hidayat, S.Pd.I, Ketua LSM Lingkar Hijau Topan, para Kepala Dusun, BPD, serta masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 Wita dengan pembagian lokasi penanaman yang telah ditentukan oleh Pemerintah Desa.
Dalam arahannya, Kades Batu Tering menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam. Menurutnya, alam bukan hanya tempat hidup, tetapi juga sumber penghidupan dan penopang keberlangsungan generasi mendatang.
“Penanaman ini bukan sekadar seremonial. Setiap pohon harus ditanam dengan cara yang benar dan dirawat bersama. Bahkan wajib dibuatkan pagar pelindung agar tingkat keberhasilan tumbuhnya pohon lebih tinggi,” tegasnya. Ia juga menekankan peran Kepala Dusun untuk memastikan seluruh warga berpartisipasi aktif sesuai wilayah masing-masing.
Penanaman pohon oleh masyarakat dimulai pukul 08.00 Wita. Wakil Bupati Sumbawa beserta rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.55 Wita dan langsung melakukan penanaman pohon secara simbolis pada pukul 11.00 Wita.
Dalam sesi tatap muka bersama masyarakat, Wabup Sumbawa menyampaikan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi sekitar 310 hektar lahan yang dapat dikelola secara berkelanjutan, termasuk untuk pengembangan wisata desa guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Jika desa mandiri, maka pengelolaan lingkungan, infrastruktur, dan ekonomi akan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.Ia juga menegaskan bahwa gerakan penghijauan sejalan dengan program pemerintah daerah melalui penanaman kembali lahan-lahan kosong dan rawan pembalakan liar, yang dilakukan secara berkelanjutan melalui Safari Penanaman Pohon dan gerakan Sumbawa Unggul Keliling.
Menurut Wabup, penggundulan hutan merupakan salah satu penyebab utama banjir dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, program penanaman pohon telah masuk dalam 12 Program Unggul Pemerintah Daerah, sebagai upaya mengembalikan fungsi alam demi kesejahteraan generasi mendatang.“
Pemimpin daerah bukan hanya memimpin manusia, tetapi juga seluruh ekosistem, alam, air, pepohonan, dan seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya,” tegasnya.
Selain program lingkungan, Wabup juga menyampaikan sejumlah program strategis daerah seperti SR, PSN Unggas, SMA Unggulan Garuda, Koperasi Nelayan, Kawasan Nelayan, Kawasan Transmigrasi, Koperasi Merah Putih, hingga MBG, yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab bersama masyarakat, kemudian dilanjutkan istirahat. Seluruh kegiatan berakhir sekitar pukul 12.40 Wita dan berjalan aman, tertib, serta lancar. (SN)
