
Sumbawa, Samantanews.com — Sabtu (24/01) – Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, menerima secara simbolis bantuan kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Plt Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB, Erry Prawisuda, SE, sebagai bentuk respons pemerintah pusat terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Sumbawa.
Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot menyampaikan bahwa bantuan yang diterima hari ini akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak. Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa mengalami banjir serta angin puting beliung.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima bantuan dari BNPB pusat. Insyaallah bantuan ini akan segera kami salurkan karena beberapa kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung akibat curah hujan yang cukup tinggi,” ujar Bupati.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Selain penanganan darurat, Bupati juga menekankan pentingnya upaya pencegahan bencana ke depan, khususnya melalui pelestarian lingkungan.
“Ke depan, selain memberikan bantuan secara simultan, kami juga mengharapkan peran aktif masyarakat untuk menjaga hutan. Secara bertahap, kawasan hutan dengan kondisi miring akan dialihkan fungsinya dengan penanaman pohon yang lebih bermanfaat sebagai upaya menjaga keseimbangan alam,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa Muhammad Nurhidayat ST, menjelaskan bahwa bantuan dari BNPB Pusat meliputi berbagai kebutuhan dasar dan peralatan penunjang kebencanaan, seperti sembako, hygiene kit, selimut, matras, terpal, perahu, polyethylene, serta mesin pendukung lainnya.
Berdasarkan data BPBD, bencana banjir akibat intensitas hujan tinggi telah berdampak pada 17 kecamatan, 24 desa, dan 6 kelurahan di Kabupaten Sumbawa.
BPBD Kabupaten Sumbawa juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat intensitas hujan masih tinggi. Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, guna menghindari risiko banjir susulan.
“Kesadaran bersama sangat dibutuhkan agar dampak bencana dapat diminimalisir,” pungkasnya. (SN)
