
Sumbawa, NTB | SamantaNews.Com — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, pada Kamis (29/01) sejak pukul 14.30 WITA hingga 16.30 WITA, mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang merendam permukiman warga.
Banjir tersebut menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter atau sepinggang orang dewasa di sejumlah titik. Luapan air terjadi secara cepat dan membawa material lumpur.
Berdasarkan data sementara, dampak banjir meluas di beberapa dusun, dengan rincian sebagai berikut:
Dusun Lebangkar A: 30 Kepala Keluarga (KK) atau 90 jiwa terdampak
Dusun Lebangkar C: 40 KK atau 120 jiwa terdampak
Dusun Lebangkar B: 10 KK atau 30 jiwa terdampak

Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Sekitar 6 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak dan diperkirakan mengalami gagal panen. Jaringan air bersih mengalami kerusakan parah, serta sejumlah kendaraan turut menjadi korban, yakni satu unit kendaraan roda empat dan enam unit kendaraan roda dua.
Akibat kejadian tersebut, total kerugian material diperkirakan mencapai ± Rp500 juta. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Data sementara mencatat nihil korban meninggal, hilang, luka berat, maupun pengungsi.

Menindaklanjuti laporan dari pihak Kecamatan Ropang dan Pemerintah Desa Lebangkar, BPBD Kabupaten Sumbawa langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen guna memperkuat data dampak banjir.
Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, melalui Kepala Bidang II Kedaruratan dan Logistik, Dr. Rusdianto Ar, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung di lokasi kejadian.
“Kami sudah langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dampak dari banjir yang terjadi kemarin sore. Penyebab banjir diduga akibat luapan anak sungai atau kakar yang berada di dekat permukiman masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat intensitas curah hujan masih tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras. Anak-anak agar tidak bermain di sungai ketika terjadi banjir, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (SN)

Semoga segera tertangani dg baik
Serta tabah menghadapi ujian
Utk semua tim
Salam tangguh