
Sumbawa, NTB | SamantaNews.com —
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di dua kecamatan, yakni Kecamatan Plampang dan Kecamatan Empang, Sabtu 31/01
Bantuan tersebut difokuskan pada dua desa yang terdampak cukup signifikan, yaitu Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, serta Desa Gapit, Kecamatan Empang. Di Desa Gapit, bantuan diberikan kepada 75 kepala keluarga (KK) dengan total 225 jiwa, sementara di Desa Sepayung menyasar 25 KK dengan 75 jiwa.

Dropping logistik ini diberikan kepada warga yang terdampak banjir yang terjadi pada malam sebelumnya akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Adapun jenis bantuan yang disalurkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa, meliputi air mineral, mi instan, telur, beras, selimut, dan matras.

Selain penyaluran bantuan, BPBD Kabupaten Sumbawa juga melakukan asesmen lapangan untuk menghimpun data terkait dampak sosial, dampak ekonomi, serta kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa,

Muhammad Nurhidayat, ST, mengatakan bahwa langkah BPBD tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan darurat, tetapi juga memastikan data dampak bencana tercatat secara akurat.
“Selain memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, kami juga melakukan asesmen untuk mengetahui dampak banjir ini secara menyeluruh. Curah hujan yang tinggi menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga. Hal-hal seperti ini sedang kami dalami oleh tim di lapangan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang II BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto Ar. Ia menegaskan bahwa tim BPBD telah turun langsung ke lokasi banjir untuk menelusuri sumber utama luapan air yang masuk ke kawasan permukiman warga.

“Kami langsung mengecek dari mana luapan air terbesar masuk ke permukiman. Di Desa Sepayung, khususnya Dusun Sinar Jaya, ditemukan adanya penyempitan aliran sungai dan sedimentasi yang cukup parah. Akibatnya, sungai menjadi dangkal dan menyempit, sehingga saat debit air meningkat, air langsung meluap ke permukiman warga,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Sumbawa memastikan akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna meminimalisir risiko banjir susulan, sekaligus menyiapkan langkah penanganan jangka menengah dan panjang terhadap permasalahan aliran sungai di wilayah terdampak. (SN)
