
Sumbawa, NTB | SamantaNews.com — Kepala Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Sahabuddin, meminta perhatian serius pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi Sungai Sinar Jaya sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Permintaan ini disampaikan menyusul banjir yang terus berulang dan semakin parah setiap tahunnya.
Sungai Sinar Jaya yang mengalir di Dusun Sinar Jaya diketahui bersumber dari beberapa aliran, di antaranya Sungai Plampang, Jompong Muer, Sepakat, serta wilayah Perode SP 1, SP 2, dan SP 3. Menurut Sahabuddin, kondisi sungai saat ini sudah menyempit dan sangat dangkal, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Ketika debit air besar, air langsung meluap dan menerjang Dusun Sinar Jaya Desa Sepayung serta lahan pertanian warga ” ujar Sahabuddin.
Dusun Sinar Jaya sendiri dihuni sekitar 380 Kepala Keluarga (KK) yang setiap tahun harus hidup dalam ancaman banjir. Kondisi tersebut diperparah dengan belum adanya penanganan permanen terhadap alur sungai.
Kepala Dusun Sinar Jaya, Budiono, menegaskan bahwa warga bukan menolak bantuan sembako dari pemerintah daerah. Namun, menurutnya, bantuan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar persoalan.
“Kami bukan menolak bantuan sembako, tapi yang kami harapkan dan minta adalah normalisasi sungai. Itu harapan utama masyarakat Dusun Sinar Jaya,” kata Budiono dengan penuh harap.
Ia menambahkan, banjir di dusun tersebut terjadi setiap tahun, bahkan dalam tahun ini saja sudah tujuh kali banjir melanda wilayah mereka. “Banjir tadi malam yang paling parah, ketinggian air mencapai sekitar satu meter,” tutupnya.
Selain Desa Sepayung, Desa Gapit juga menyampaikan permintaan serupa. Pemerintah desa setempat mengusulkan pembangunan bronjong sepanjang 1 kilometer dengan tinggi 4 meter, disertai normalisasi sungai dari area jembatan hingga Belalang, tepatnya di pemukiman RW 02 dan RT 01 Dusun Gapit.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat segera turun tangan dengan solusi jangka panjang, agar bencana banjir yang terus berulang tidak lagi menjadi momok tahunan bagi masyarakat. (SN)
