
Sumbawa, SamantaNews.com – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Sumbawa terus memperkuat langkah pencegahan tindak pidana kelautan dan perikanan dengan menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumbawa. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan sinergitas yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Selasa, 3 Februari 2026.
Kasat Polairud Polres Sumbawa, IPTU Baiq Shinta Dewi Ratna Negari, S.H., hadir sebagai narasumber utama dengan mengangkat tema sinergitas Satpolairud dan Muslimat NU dalam menjaga keamanan perairan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan mother policing atau polisi keibuan, yang dipadukan dengan syiar agama sebagai strategi pencegahan dini di wilayah pesisir.
Menurut Baiq Shinta, perempuan pesisir memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus kelestarian ekosistem laut. Karena itu, pendekatan persuasif dan humanis menjadi kunci dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat, khususnya ibu-ibu.
“Kami membuka ruang dialog dan curhat bersama ibu-ibu pesisir. Dari situ kami bisa mendeteksi lebih awal potensi kerawanan sosial maupun pelanggaran hukum di wilayah perairan, seperti penggunaan alat tangkap merusak, pencurian hasil laut, hingga penyelundupan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program mother policing tidak semata berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga edukasi ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan. Melalui kerja sama dengan Muslimat NU, para ibu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga sumber daya laut serta mencari nafkah secara legal dan sesuai nilai agama.
Ketua dan jajaran Muslimat NU Kabupaten Sumbawa menyambut positif kolaborasi tersebut. Dalam program ini, Muslimat NU turut berperan aktif memberikan pelatihan keterampilan pengolahan hasil perikanan kepada kelompok ibu-ibu pesisir.
Ikan hasil tangkapan didorong untuk tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah seperti abon, kerupuk, dan berbagai olahan inovatif lainnya. Langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menekan faktor ekonomi yang kerap memicu praktik illegal fishing maupun destructive fishing.
Selain itu, edukasi ketahanan pangan keluarga juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat pesisir. Pendekatan syiar agama yang disisipkan dalam kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kesadaran hukum.
Sinergitas Satpolairud Polres Sumbawa dan Muslimat NU menjadi contoh penerapan community policing yang inovatif dan berbasis masyarakat. Kehadiran langsung Kasat Polairud dalam berbagai kegiatan organisasi perempuan tersebut menegaskan peran strategis Muslimat NU dalam memperkuat ketahanan keluarga dan keamanan wilayah perairan.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Satpolairud berharap tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di kawasan pesisir Kabupaten Sumbawa, dengan mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan religius. (**)
