
Sumbawa, NTB, SamantaNews.com – Suasana malam di RT 03 RW 06, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, berubah menjadi ruang demokrasi yang hidup, Selasa (10/02/2026). Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., MM., menggelar reses perdana tahun 2026 dengan menyapa langsung warga dan mendengar berbagai keluhan yang selama ini mereka rasakan.
Politisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang duduk di Komisi IV ini menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formalitas, melainkan amanat undang-undang sekaligus panggilan moral sebagai wakil rakyat.
“Ini adalah amanat undang-undang dan panggilan nurani sebagai wakil rakyat. Tugas kami menyerap aspirasi secara langsung untuk kemudian diperjuangkan di Paripurna DPRD dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan keuangan daerah,” ujar Sandi di hadapan warga.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum Partai Gelora agar seluruh kader selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kebutuhan rakyat.
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, sejumlah persoalan mendesak mencuat ke permukaan. Kelangkaan dan mahalnya harga Gas LPG 3 kilogram menjadi keluhan utama ibu-ibu rumah tangga. Selain itu, persoalan sampah yang tak kunjung terselesaikan juga mendapat sorotan tajam dari warga.
Warga mengeluhkan tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang memadai, sehingga sampah kerap dibuang ke sungai atau menumpuk di pinggir jalan. Kondisi ini memicu persoalan baru, mulai dari bau tak sedap hingga sampah yang berserakan akibat
diterbangkan angin atau diacak-acak hewan liar.
“Kalau ditaruh di depan rumah di pinggir jalan, ada juga yang keberatan. Baunya mengganggu dan sering berserakan diterbangkan angin atau dibongkar anjing liar,” keluh salah seorang warga.
Persoalan klasik lainnya yang kembali disampaikan adalah ternak sapi milik warga yang masih sering berkeliaran bebas di lingkungan permukiman, sehingga mengganggu kebersihan dan keselamatan.
Tidak hanya keluhan, warga juga menyampaikan aspirasi positif berupa permintaan dukungan beasiswa pendidikan, pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bantuan terop untuk kegiatan keagamaan, serta bantuan kursi dan perlengkapan dapur umum untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menanggapi hal tersebut, Sandi bersama timnya mencatat seluruh aspirasi warga dengan seksama.
“Semua suara dari warga Brang Biji, khususnya RT 03 RW 06 ini, telah kami catat dengan baik. Ini akan menjadi bahan kami untuk diperjuangkan dalam forum Paripurna DPRD dan melalui koordinasi dengan dinas-dinas terkait,” janjinya.
Sandi menutup kegiatan reses dengan penuh keyakinan dan komitmen.
“In Shaa Allah, dengan amanah yang diberikan rakyat kepada kami di DPRD, setiap aspirasi ini akan kami upayakan perjuangannya secara maksimal dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Kegiatan reses perdana ini menjadi penanda dimulainya periode penyerapan aspirasi masyarakat oleh DPRD. Kehadiran Sandi di Brang Biji tidak hanya memenuhi kewajiban legislatif, tetapi juga diharapkan menjadi jembatan efektif antara harapan warga dan kebijakan pemerintah daerah, mulai dari persoalan mendasar seperti gas dan sampah hingga program pemberdayaan masyarakat. ,(SN)
