
SUMBAWA BESAR, NTB, Samantanews.com – Jumat, 3 April 2026
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bergerak merespons musibah kebakaran yang melanda Dusun Po, Desa Kakimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan kepada para korban. Dalam kunjungannya, Fahri menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta kepada masing-masing dari 31 kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran.

Bantuan tersebut diberikan secara langsung kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian pribadi. Sebelumnya, Fahri juga telah menyalurkan bantuan awal sebesar Rp25 juta untuk membantu penanganan darurat pascakebakaran.
“Ini bentuk kepedulian kita agar masyarakat bisa segera bangkit. Kita ingin memastikan mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Fahri di hadapan warga.

Penataan Kawasan Secara Komprehensif
Tidak hanya memberikan bantuan tunai,
pemerintah pusat juga merancang langkah jangka panjang melalui penataan kawasan secara komprehensif. Fahri menyebutkan bahwa pihaknya akan mengoordinasikan berbagai sumber bantuan, termasuk dari sektor Cipta Karya, guna menghadirkan fasilitas dasar yang layak bagi masyarakat.
Program tersebut mencakup pembangunan instalasi air bersih, sanitasi, hingga infrastruktur pendukung lainnya dalam satu paket terpadu. Selain itu, pembangunan rumah bagi warga terdampak juga akan segera direalisasikan.
“Rumah warga akan kita bangun kembali. Anggarannya sudah tersedia, tinggal menunggu desain atau gambar rumah dari instansi terkait,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah akan mengikuti ketentuan yang berlaku di Indonesia, yakni minimal tipe 36, sehingga masyarakat dapat kembali tinggal dengan layak dan aman.
Kampung Percontohan Tangguh Bencana
Lebih jauh, Fahri menargetkan kawasan terdampak kebakaran ini akan dikembangkan menjadi kampung percontohan yang tertata rapi dan tangguh terhadap bencana. Penataan tidak hanya dilakukan pada bangunan rumah, tetapi juga mencakup sistem kelistrikan yang akan dirancang ulang agar lebih aman.
“Instalasi listrik juga akan kita tata ulang. Tujuannya agar ke depan, jika terjadi hal serupa, bisa lebih mudah diantisipasi dan tidak meluas,” tambahnya.
Upaya ini akan melibatkan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk membahas penataan kawasan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Proses Perencanaan Segera Rampung
Fahri optimistis proses perencanaan tidak akan memakan waktu lama. Ia menyampaikan bahwa desain rumah yang akan dibangun ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
“Insya Allah dalam waktu dekat desain rumah sudah selesai dari instansi terkait, sehingga proses pembangunan bisa segera dimulai,” tutupnya.
Kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat terdampak diharapkan mampu memberikan harapan baru sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana, sehingga warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik dan aman. (SN)
