
SUMBAWA BESAR, NTB, Samantanews.com — Selasa 28 April 2026 — Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menunjukkan komitmennya dalam penanganan pascabencana kebakaran di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.
Hal ini ditandai dengan kunjungan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, pada Selasa (28/04/2026), sekaligus memberikan dukungan langsung terhadap rencana pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan BNPB RI yang turut hadir antara lain Mayjen TNI Anton Yuliantoro, Mayjen TNI Hadi Basuki, Yustam Syahril, Muhamad Kosasih, serta Dian Aristriya. Kehadiran mereka disambut oleh unsur Forkopimcam Alas, termasuk Danramil Alas, Kapolsek Alas, Camat Alas beserta jajaran, serta Kepala Desa Kalimango.

Di hadapan masyarakat korban kebakaran, Budi Irawan menyampaikan bahwa pembangunan Huntara akan segera dimulai.
“Saya mewakili pemerintah pusat, mulai besok akan dibangun huntara di lokasi terdampak kebakaran. Bantuan ini berasal dari Pemerintah Pusat melalui BNPB,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Huntara yang akan dibangun memiliki konsep menyerupai Hunian Tetap (Huntap), namun menggunakan material sementara seperti seng dan GRC. Sementara untuk Huntap nantinya akan dibangun menggunakan material permanen seperti bata, dengan ukuran 4 x 6 meter serta dilengkapi fasilitas WC dan kamar mandi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut bergotong royong dalam proses pembangunan.
“Biaya seluruhnya dari BNPB. Namun masyarakat diharapkan ikut bergotong royong. Saya juga berpesan agar huntara tidak dibangun di pinggir sungai untuk menghindari risiko banjir dan masalah baru,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik untuk ketiga kalinya kepada para korban kebakaran. Bantuan yang diberikan meliputi matras, selimut, serta tenda berukuran besar guna mendukung kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Turut mendampingi rombongan BNPB, Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa Muhammad Nurhidayat, ST, serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Dr. Ruadianto Ar.

Rencananya, pembangunan Huntara akan dilakukan di tanah milik desa, sementara pembangunan Hunian Tetap (Huntap) akan dilaksanakan di lokasi bekas kebakaran.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang terdampak bencana kebakaran di wilayah tersebut. (SN)
