
.Sumbawa, NTB, SamantaNews.com — 22 Juli 2026 – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar Pelatihan Gladi Posko bagi enam desa di Kecamatan Moyo Utara, Rabu (22/7).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem koordinasi, komunikasi, mekanisme penanganan keadaan darurat, hingga pengambilan keputusan secara cepat dan tepat saat terjadi bencana.
Direktur Gladi Lapang, Dr. Ruadianto Ar, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada simulasi penanganan bencana, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam mengumpulkan dan mengelola data kebencanaan serta mengoperasikan alat komunikasi lapangan sebagai sarana pendukung koordinasi saat kondisi darurat.
“Penguasaan sistem pendataan dan komunikasi merupakan bagian penting dalam penanganan bencana. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh anggota TSBD mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan terkoordinasi,” ujarnya.
Pelatihan Gladi Posko merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju kegiatan puncak Gladi Lapang yang akan dilaksanakan pada 25 Juli 2026. Seluruh peserta diharapkan memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga proses penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
MDMC Sumbawa bersama BPBD Kabupaten Sumbawa berharap kegiatan ini mampu memperkuat kapasitas Tim Siaga Bencana Desa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan pelatihan yang berkelanjutan, enam desa di Kecamatan Moyo Utara diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja. (SN)
