SamantaNews.com — Di era digital saat ini, hampir semua orang bisa menjadi kreator konten. Dari anak muda hingga orang tua, semua berlomba-lomba membuat video, tulisan, atau foto untuk diposting di media sosial.
Sayangnya, dalam semangat mencari perhatian publik, sering kali kita melupakan satu hal yang sangat penting: etika, adab, dan sopan santun.
Demi mendapatkan “like” dan komentar, banyak orang rela membuat konten yang merendahkan orang lain, menyinggung perasaan, bahkan melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Padahal, konten yang viral belum tentu mendidik, apalagi bermanfaat.
Konten tanpa etika ibarat makanan tanpa gizi. Memang bisa mengenyangkan sesaat, tetapi lama-kelamaan akan merusak. Begitu pula dengan konten yang hanya mengejar sensasi tanpa memikirkan dampaknya, ia mungkin viral, tapi bisa meninggalkan luka sosial, bahkan hukum.
Lalu, bagaimana seharusnya kita membuat konten?
1. Utamakan nilai positif.
Konten yang menghibur sekaligus bermanfaat akan lebih panjang umurnya daripada sekadar sensasi.
2. Pikirkan dampaknya.
Sebelum mengunggah, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah konten ini bisa menyakiti orang lain?”
3. Jaga adab dan sopan santun.
Dunia maya memang luas, tapi bukan berarti bebas tanpa aturan. Apa yang kita unggah adalah cerminan siapa diri kita. (SN)
