
Sumbawa, SamantaNews.Com – Banjir bandang kembali menghantam Dusun Buen Rare, Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Selasa sore (30/12/2025) sekitar pukul 14.45 WITA. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung hampir satu jam menyebabkan banjir kali ini lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada November lalu.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 9 Kepala Keluarga (KK) dengan total 42 jiwa terdampak paling parah. Meski sebelumnya sungai di wilayah tersebut telah dinormalisasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, tingginya curah hujan serta kondisi hutan yang gundul di bagian hulu desa menyebabkan air bercampur lumpur meluap dan masuk ke rumah-rumah warga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa setelah menerima laporan langsung melakukan koordinasi dan pada Rabu pagi (31/12/2025) turun langsung ke lokasi terdampak di Dusun Buen Rare.
BPBD menyalurkan bantuan logistik berupa , mi instan, minyak goreng, air mineral, dan sarung kepada warga terdampak. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025.
“Kami kemarin sore menerima informasi dan langsung melakukan pendalaman data terkait banjir di Buen Rare. Sehingga pagi ini kami turun langsung ke lokasi untuk melihat dampaknya sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa Muhammad Nurhidayat, ST, melalui Kabid II Kedaruratan dan Logistik BPBD, Dr. Rusdianto Ar.
Sementara itu, Kepala Dusun Buen Rare, Ahmad Zaini, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respon cepat pemerintah daerah melalui BPBD.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui BPBD atas respon cepatnya terhadap masyarakat kami yang terdampak. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga,” ungkapnya.
Ke depan, masyarakat berharap adanya solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang. Salah satu warga terdampak menyampaikan harapan agar warga yang tinggal di daerah rawan banjir dapat direlokasi ke lokasi yang lebih aman, demi keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat. (SN)
