
Sumbawa, SamantaNews.com — Intensitas hujan yang sangat tinggi sejak pukul 13.00 WITA menyebabkan banjir bandang menerjang Dusun Tero, Desa Jotang Beru, Kecamatan Empang, pada sore kemarin. Dampak bencana tersebut masih dirasakan warga hingga hari ini, dengan puluhan rumah dipenuhi lumpur serta kerusakan pada berbagai fasilitas masyarakat.
Data sementara mencatat sebanyak 31 kepala keluarga (KK) atau sekitar 90 jiwa terdampak akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba dan menghantam permukiman warga.
Selain rumah warga, SD Tero juga sempat tergenang air setinggi 30 hingga 40 sentimeter. Seluruh ruang kelas dilaporkan dipenuhi lumpur sehingga menghambat aktivitas belajar mengajar.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, yang turun langsung ke lokasi banjir mengatakan pihaknya akan segera mengambil langkah penanganan darurat.
“Tindakan yang akan diambil adalah melakukan koordinasi lintas sektor untuk melaksanakan gotong royong atau pembersihan dampak banjir,” ujarnya di lokasi banjir Empang.
Bencana tersebut juga menyebabkan satu rumah panggung milik Wiranto (25) roboh setelah diterjang arus deras. Saat kejadian, Wiranto berada di dalam rumah bersama istri dan seorang anaknya.
Dan satu rumah semi permanen bergeser di hantam banjir

Air bah yang datang mendadak menghantam tiang rumah hingga patah dan membuat bangunan tersebut ambruk. Beruntung, warga yang sigap langsung mengevakuasi Wiranto beserta keluarganya sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Secara umum, banjir bandang ini mengakibatkan puluhan rumah terendam lumpur, sementara buku pelajaran dan seragam sekolah anak-anak rusak. Tak hanya itu, puluhan perangkat elektronik milik warga juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat sapuan lumpur dan genangan air.

Hingga kini, warga bersama pemerintah setempat bersiap melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa material banjir, sementara pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (SN)
