
Sumbawa Besar, NTB, Samantanews.com – Pemerintah Pusat melalui BNPB RI menyalurkan bantuan sekaligus melakukan peninjauan langsung terhadap korban kebakaran di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Jumat (27/03/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, beserta jajaran stafnya.
Setibanya di lokasi, Inspektur II BNPB, Agus Hardja Santana, A.K., M.M., CA., CRMP., CRGP., secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, pakaian baru untuk anak-anak dan orang dewasa, serta berbagai kebutuhan pokok.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Hardja Santana menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang terjadi.
“Kami ikut prihatin dengan kejadian ini, dan turut berbela sungkawa atas wafatnya satu personel anggota Damkar Kabupaten Sumbawa yang telah berjuang memadamkan api,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari amanat undang-undang dan telah disalurkan secara terukur agar tepat sasaran.
“Bantuan ini kami berikan sesuai amanat undang-undang dan secara terukur. Semoga dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang saudara-saudara semua,” tambahnya.
Selain itu, pihak BNPB juga mengingatkan pemerintah kecamatan setempat untuk segera mendistribusikan bantuan kepada masyarakat guna menghindari penumpukan logistik dari berbagai elemen bantuan.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia akan segera membangun hunian sementara bagi warga yang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.

Sementara itu, Muhammad Nurhidayat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Agus Hardja Santana, yang telah turun langsung meninjau kondisi masyarakat di lokasi kejadian.
Di akhir kunjungannya, Agus Hardja Santana juga berpesan agar segera disiapkan tempat khusus untuk penyimpanan bahan pokok, sehingga distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dalam beberapa bulan ke depan. (SN)
