oppo_2
Sumbawa, SamantaNews.com —
Bidang I yang membidangi Bidang Penvegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar Pelatihan Mitigasi dan Penanggulangan Bencana di Desa Marga Karya, Kecamatan Moyo Hulu, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perwakilan masyarakat, perangkat desa, serta relawan kebencanaan.
Kabid II BPBD Sumbawa, Rusdianto AR, dalam pemaparannya menekankan pentingnya masyarakat memahami hal-hal dasar dalam penanggulangan bencana. Ia menjelaskan, setiap orang perlu tahu langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat seperti banjir, tanah longsor, maupun gempa bumi.

“Ketika bencana terjadi, jangan panik. Yang terpenting adalah tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana menyelamatkan diri, serta membantu masyarakat lain di sekitar. Peserta pelatihan ini diharapkan bisa menjadi relawan tangguh yang siap turun tangan kapan pun dibutuhkan,” ujar Rusdianto.
Selain pemberian materi di ruangan, peserta juga dibekali praktik lapangan mitigasi bencana. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mensimulasikan kondisi darurat, mulai dari tata cara evakuasi masyarakat, menentukan lokasi aman untuk pengungsian, hingga penempatan dapur umum dan pos komando.
Dalam praktik tersebut, peserta juga diajarkan pentingnya garis komando ketika bencana terjadi, termasuk kepada siapa laporan harus disampaikan terlebih dahulu.
Rusdianto menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan melatih peserta memetakan wilayah rawan bencana dan menyiapkan rencana aksi cepat. Dengan begitu, ketika bencana datang, para peserta dapat mengambil keputusan secara tepat, cepat, dan terkoordinasi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar sejak dini lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.
“Masyarakat perlu memastikan rumah dibangun di tempat yang aman. Jangan di bawah tebing atau di bantaran sungai, karena itu sangat berisiko saat banjir atau longsor terjadi,” tegasnya.
Pentingnya Mitigasi Bencana Sejak Dini
Mitigasi bencana adalah langkah penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana terhadap manusia maupun lingkungan. Dalam konteks banjir, masyarakat perlu menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan darurat, serta segera menuju tempat tinggi saat debit air meningkat.
Untuk bencana tanah longsor, warga yang tinggal di daerah perbukitan harus rutin memantau kondisi lereng dan segera melapor jika terdapat retakan tanah atau pohon miring. Sedangkan saat gempa bumi, langkah utama adalah menunduk, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan menunggu hingga getaran berhenti, kemudian segera keluar ke tempat terbuka.
Melalui pelatihan ini, BPBD Sumbawa berharap masyarakat dapat membangun kesadaran kolektif dan menjadi bagian aktif dalam upaya penanggulangan bencana. Sebab, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. (SN)
