
Sumbawa, SamantaNews.com — Petani di Kabupaten Sumbawa kini tidak lagi hanya menanam satu kali dalam setahun. Melalui dukungan irigasi perpompaan serta perbaikan infrastruktur pertanian seperti saluran irigasi, embung, dan bendungan, petani dapat kembali menanam di musim kemarau dengan suplai air yang tetap normal.
Upaya tersebut dilakukan pemerintah untuk menjamin ketersediaan air sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Optimalisasi dilakukan dengan memanfaatkan seluruh sumber air yang ada, mulai dari air permukaan hingga sumur dalam atau bor.
“Optimalisasi lahan ini dilakukan melalui pembangunan jaringan irigasi baru, pembersihan jaringan irigasi lama, serta peningkatan jaringan eksisting agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (08/12).
Ia menegaskan bahwa langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pencapaian swasembada pangan. Karena itu, Dinas Pertanian terus menggiatkan program optimalisasi lahan agar tetap produktif di setiap musim tanam.
“Langkah ini kami lakukan agar tetap bisa mencapai swasembada pangan, sekaligus memenuhi kebutuhan MBG dan kebutuhan pangan masyarakat,” tambahnya.
Selain optimalisasi lahan, pemanfaatan bendungan juga terus dimaksimalkan. Bendungan berperan penting sebagai penyedia air irigasi sehingga petani dapat menanam sepanjang tahun, meningkatkan produktivitas, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
“Optimalisasi pemanfaatan bendungan, sumur bor, maupun jaringan perpompaan akan terus kami tingkatkan secara bertahap hingga seluruh jaringan irigasi dapat berfungsi penuh demi mendukung swasembada pangan dan menjamin kebutuhan pangan untuk Program MBG,” jelasnya.
Kabupaten Sumbawa diketahui sebagai daerah dengan lahan pertanian terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Luas lahan pertanian basah mencapai 55.772 hektare, sedangkan lahan pertanian kering lebih dari 83.000 hektare.
Memasuki musim tanam hujan, Ni Wayan Rusmawati mengimbau para petani untuk mengoptimalkan seluruh fungsi lahan yang ada, termasuk memanfaatkan lahan kosong atau bagian pinggir kebun untuk menanam tanaman cepat tumbuh seperti buah maupun sayuran.
“Pada musim tanam ini, lahan basah masih didominasi padi. Sementara untuk lahan kering didominasi jagung, kacang tanah, kacang hijau, wijen, sayuran, serta berbagai komoditas palawija lainnya,” tutupnya. (SN)
