
Sumbawa Besar, SamantaNews.com — Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), baru mencapai 37 persen dari target 4.350 warga.
Camat Batu Lanteh, Adiman, menjelaskan rendahnya capaian tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi geografis yang sulit dijangkau.
“Peningkatan pencapaian ini terkendala geografis dan akses untuk menjangkau desa-desa yang ada,” ujarnya saat ditemui media ini pada Kamis (20/11).
Sebagai upaya percepatan, seluruh pemerintah desa di Batu Lanteh diminta untuk aktif melakukan sosialisasi serta menyiapkan pos anggaran khusus untuk kesehatan.
“Langkah ini dilakukan untuk menjamin hak masyarakat terhadap layanan kesehatan di wilayah dengan akses sulit,” tegasnya.
Program PKG ini merupakan bagian dari Program Unggulan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan, yang menyasar seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Hingga saat ini, data menunjukkan sebanyak 1.609 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program PKG, tersebar di enam desa: Kelungkung, Batu Dulang, Tepal, Baodesa, Tangkampulit, dan Batu Rotok.
Sebagai strategi peningkatan capaian, Adiman meminta pemerintah desa, kepala dusun, serta satuan pendidikan untuk turut mensosialisasikan program tersebut.
“Selain sosialisasi, pelayanan secara masif juga telah dilakukan oleh Puskesmas Batu Lanteh yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah dengan akses yang sangat sulit,” jelasnya.
Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan fungsi paru
Deteksi dini kanker leher rahim
Deteksi dini kanker paru
Deteksi dini kanker usus
Pemeriksaan fibrosis dan sirosis hati
Pemeriksaan telinga, gigi, dan lainnya
“Program PKG ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan skrining kesehatan sejak awal. Jika ditemukan gejala penyakit tertentu, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa manfaat program ini sangat besar bagi masyarakat. “Jika penyakit terdeteksi sejak dini, maka penanganan bisa segera dilakukan untuk mencegah komplikasi. Sedangkan bagi masyarakat yang sehat, program ini membantu mereka mempertahankan gaya hidup sehat,” tutupnya (**)
