
Sumbawa, SamantaNews.com —
Kegiatan Jambore On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI) Internasional 2025 di Kwarcab Sumbawa terus menjadi magnet bagi peserta pramuka dari berbagai gugus depan. Antusiasme para peserta terlihat jelas ketika mereka mempraktikkan komunikasi jarak jauh menggunakan alat komunikasi SSB 40 meter band dan sistem VHF, di bawah bimbingan langsung dari ORARI Lokal Sumbawa.
Alat komunikasi radio tersebut bukanlah perangkat yang bisa digunakan secara sembarangan, karena memerlukan keahlian dan pemahaman teknis khusus. Namun, dalam kegiatan kali ini, peserta jambore mendapat kesempatan langka untuk belajar dan menanamkan langsung tata cara berkomunikasi dengan sandi radio internasional, yang dapat diterjemahkan ke seluruh dunia.

Salah satu peserta, Ghazi Ilmi Khairurrahman, siswa kelas IX SMPN 3 Sumbawa Besar, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman barunya.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya jadi tahu bagaimana cara menggunakan alat komunikasi untuk berinteraksi dengan rekan-rekan pramuka di seluruh dunia. Saya sempat berkomunikasi dengan pramuka dari Cina dan Filipina melalui mode satelit, menggunakan kode sandi yang dimengerti secara internasional. Ini pengalaman yang luar biasa,” ungkap Ghazi penuh semangat.
Sementara itu, Ilmy Rizky Ramadan dari SMPIT Terpadu Qur’ani Sumbawa juga menuturkan hal serupa.
“Kegiatan ini sangat berkesan. Saya tadi berkomunikasi dengan pramuka dari Bali, Jakarta, Palembang, dan beberapa provinsi lain melalui jalur SSB 40 meter band dan sistem VHF. Semua dipandu langsung oleh koordinator dari ORARI Lokal Sumbawa, YB9GCC (Burhanuddin Ariansyah),” jelasnya.
Koordinator JOTA-JOTI dari ORARI Lokal Sumbawa, Burhanuddin Ariansyah (YB9GCC), menyampaikan bahwa menyisipkan selalu siap mendukung kegiatan kepramukaan, terutama yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan komunikasi.

“Sejak awal berdirinya ORARI, kami selalu mendukung kegiatan pramuka. Karena tingkat kemahirannya sejalan—di pramuka ada siaga, penggalang, dan penegak; sementara di ORARI, tingkatan ada dalam bentuk kemampuan teknis komunikasi. Jadi semangatnya sama: belajar, berlatih, dan mengabdi,” ujarnya.
Sementara M. Ramadhan, selaku pengarah kegiatan JOTA-JOTI, menambahkan bahwa hubungan antara Pramuka dan ORARI sudah terjalin lama.
“Pramuka dan ORARI memiliki sejarah panjang. Keduanya sama-sama mendidik generasi muda agar cakap berkomunikasi dan berteknologi, serta mampu berkontribusi untuk masyarakat,” terangnya.
Dengan semangat dan antusiasme tinggi para peserta, Jambore JOTA-JOTI 2025 diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya berjiwa petualang dan disiplin, tetapi juga melek teknologi dan komunikasi glob
