
Sumbawa – SamantaNews.Com
Plan International bekerja sama dengan Pemerintah Australia serta TP PKK Kab Sumbawa menggelar kegiatan penguatan kebijakan adaptasi perubahan iklim di Aula PKK Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, sejak 11 hingga 12 Februari, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Plan dan Australia dalam mendorong kebijakan adaptasi perubahan iklim yang inklusif di Kabupaten Sumbawa, khususnya bagi generasi muda, perempuan, dan kelompok rentan.
Abdul R., selaku penanggung jawab Plan Sumbawa, mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi bersama Tim PKK Kabupaten melalui Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan).
“Kita tetap melakukan kolaborasi bersama Tim PKK Kabupaten dalam bidang Program CERAH. Harapannya, kita fokus pada penguatan resiliensi masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Program ini merespons krisis pengelolaan sumber daya air dan lahan yang kian diperburuk oleh ketidakpastian iklim,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan iklim di Kabupaten Sumbawa telah memicu anomali siklus air yang semakin ekstrem. Pada musim kemarau, penurunan debit air dari wilayah hulu mengakibatkan kelangkaan air akut yang melumpuhkan sektor domestik dan pertanian di wilayah hilir.
Sebaliknya, saat musim hujan, rendahnya daya serap lahan di wilayah hulu dan tengah memicu terjadinya banjir bandang di daerah hilir. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat delapan kejadian banjir besar yang merusak infrastruktur dasar dan menghancurkan sumber mata pencaharian warga.
Menghadapi tantangan tersebut, Program CERAH menempatkan kelompok perempuan, orang muda, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya sebagai aktor utama dalam aksi adaptasi iklim. Untuk memastikan aspirasi mereka tidak sekadar menjadi wacana, program ini menginisiasi peningkatan kapasitas strategis yang berfokus pada identifikasi persoalan iklim serta penguatan peran dalam perencanaan dan alokasi program.
“Tujuannya agar komunitas rentan memiliki daya tawar dalam mendorong kebijakan pemerintah yang lebih responsif, inklusif, dan berbasis pada realitas lapangan,” tambah Abdul.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya lembaga swadaya masyarakat, kelompok pemuda, pemerhati lingkungan, kelompok disabilitas, pramuka, serta organisasi masyarakat lainnya. Diharapkan, hasil kegiatan ini dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak perubahan iklim di Kabupaten Sumbawa. (SN)
