
Sumbawa, NTB, Samantanews.com — Sebanyak 1.567 jiwa dari 612 Kepala Keluarga (KK) di Desa Labuhan Bontong Kecataman Tarano Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat terendam banjir. Selain merendam rumah warga banjir juga merendam fasilitas umum, sawah hingga tambak milik warga.
Banjir menerjang Desa Labuhan Bontong, pada Jumat, (23/01) setelah wilayah Hulu digurur Hujan yang disertai angin dengan intensitas tinggi memicu luapan air yang merendam permukiman warga dan menyebabkan 1.567 jiwa dari 612 KK terdampak dan sekitar 240 unit rumah terendam.
Kepala Desa Labuhan Bontong, Brahmawan Dhani, menyebutkan ketinggian air di sejumlah titik mencapai 80 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga dan memaksa sebagian keluarga melakukan evakuasi mandiri.
“Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak malam hari dan menyebabkan air meluap dan masuk ke kawasan permukiman penduduk,” ujarnya.
Banjir di desa ini merendam 5 dusun yakni Dusun Parang A, sebanyak 527 jiwa dari 263 KK, Dusun parang B, sebanyak 441 jiwa dari 158 KK, Dusung Bontong, sebanyak 399 jiwa dari 151 KK.
Kemudian di Dusun Bonto, sebanyak 60 jiwa dari 15 KK dan Dusun Tiu Sangat, sebanyak 100 jiwa dari 25 KK sehingga total warga terdampak sebanyak 1.567 jiwa dari 612 KK.
Adapun fasilitas umum yang terdampak berupa sekolah yakni SDN Labuhan Bontong, PAUD Buin Batu, PAUD Melati, TK PGRI Labuhan Bontong, Rumah Dataku KB dan Tempat Pemakaman Umum. Selain itu, lahan sawah seluas 67 hektare dan tambak seluas 60 hektare ikut terendam.
Untuk sementara kebutuhan mendesak bagi korban banjir berupa air bersih, makanan siap saji, obat-obatan, selimut dan makanan pokok.
“Di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil, warga diminta tetap waspada dan mengutamakan keselamatan// khususnya bagi anak-anak, lansia dan kelompok rentan lainnya,” tutupnya. (SN)

Semoga cepat diatasi dgn baik
Masyarakat saling bantu membantu