
Sumbawa, SamantaNews.com — Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sumbawa hingga saat ini tercatat sebanyak 877 kasus, atau sekitar 55 persen dari target penemuan 1.067 kasus pada tahun 2024. TBC masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, termasuk di Indonesia, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menular lewat udara saat penderita batuk atau bersin.
Sebagai langkah mempercepat penemuan kasus sekaligus mendukung target eliminasi TBC nasional pada 2030, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa mengadakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM). Pengadaan alat ini dilakukan karena capaian penemuan kasus masih jauh dari target.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Rusmayadi, mengatakan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang penanganannya memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
“Dengan alat tes cepat molekuler, penemuan kasus menjadi lebih akurat sehingga penderita aktif dapat lebih awal menjalani pengobatan secara rutin. Ini langkah penting menuju eliminasi TBC 2030, karena satu penderita TBC aktif wajib men-screening setidaknya 20 orang yang pernah kontak,” jelasnya, Senin (08/12).
Ia menambahkan, meski TBC adalah penyakit berbahaya dan menjadi penyebab kematian kedua di Indonesia, penyakit ini dapat disembuhkan bila pengobatan dilakukan rutin dan tidak terputus menggunakan obat paket TB KDT (Kombinasi Dosis Tetap) selama enam bulan.
“Keberadaan alat TCM ini sangat membantu pemerintah daerah melalui desa siaga TB dan puskesmas dalam mendeteksi TBC di masyarakat secara lebih akurat dan tepat,” ujarnya.
Hingga saat ini, dari target 1.067 kasus, baru 877 kasus yang ditemukan atau sekitar 55 persen. Karena itu, pengadaan alat TCM diharapkan menjadi terobosan untuk mempercepat capaian eliminasi TBC di Sumbawa.
“Program Desa Bebas TBC (DBT) bukan hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan berbasis partisipasi masyarakat,” tambahnya.
Langkah ini, tegas Rusmayadi, merupakan strategi konkret dalam mewujudkan masyarakat Sumbawa yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.
“Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap proses, mulai dari deteksi hingga dukungan pengobatan,” tutupnya.
(SN)
