
Sumbawa, NTB, SamantaNews.Com – Plan International bekerja sama dengan Pemerintah Australia serta TP PKK Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan penguatan kebijakan adaptasi perubahan iklim di Aula PKK Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Februari 2026, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Plan International dan Pemerintah Australia dalam mendorong kebijakan adaptasi perubahan iklim yang inklusif di Kabupaten Sumbawa. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan keterlibatan generasi muda, perempuan, dan kelompok rentan dalam proses advokasi serta perumusan kebijakan yang responsif terhadap tantangan perubahan iklim.
Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitri Syarafuddin Jarot, dalam sambutannya menegaskan bahwa advokasi bukanlah bentuk kemarahan ataupun upaya mencari kesalahan. Menurutnya, advokasi adalah cara menyuarakan fakta di lapangan secara cerdas, santun, dan terstruktur.
“Berbicara tentang advokasi bukan berarti kita harus marah-marah, bukan pula mencari kesalahan. Advokasi yang dimaksud di sini adalah menyuarakan fakta lapangan secara cerdas, santun, dan terstruktur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan tiga komunitas utama, yakni anak muda, kaum perempuan, dan penyandang disabilitas. Keterlibatan ketiga kelompok tersebut dinilai sangat strategis dalam merumuskan solusi adaptasi perubahan iklim yang lebih komprehensif.
Menurutnya, anak muda memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan mengolah data di lapangan dengan lebih baik. Sementara itu, perempuan memiliki pengalaman nyata dalam mengelola krisis di tingkat keluarga, terutama ketika menghadapi dampak perubahan iklim. Adapun penyandang disabilitas kerap memiliki perspektif yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh para pengambil kebijakan.
“Semua kekuatan ini kita padukan dan satukan untuk mencari solusi yang terbaik. Karena itu, kegiatan ini sangat penting untuk melatih kita bertanya secara tepat dan kritis sesuai dengan pengalaman tiga komunitas ini,” tambahnya.
Kegiatan penguatan kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian alam sebagai bagian dari upaya adaptasi perubahan iklim. Melalui pelatihan dan diskusi interaktif, peserta didorong untuk mampu menyusun data, menyampaikan aspirasi, serta terlibat aktif dalam proses perencanaan kebijakan daerah.
Di akhir sambutannya, Hj. Ida Fitri Syarafuddin Jarot berharap para peserta tidak hanya pulang dengan membawa modul dan catatan, tetapi juga tumbuh rasa percaya diri untuk bersuara dan terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
“Harapan saya setelah kegiatan ini, peserta tidak hanya pulang membawa modul dan catatan, tetapi juga membawa kepercayaan diri untuk bersuara dan terlibat secara aktif, tentunya berbicara dengan data,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. (SN)
