
Melestarikan Alam, Menjaga Kehidupan
plPenulis Fitria, S.Sos
Alam adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di bumi. Dari udara yang kita hirup, air yang kita minum, hingga pangan yang kita konsumsi, semuanya berasal dari alam. Namun, semakin hari alam semakin rusak akibat ulah manusia yang serakah dan tidak bertanggung jawab. Hutan ditebang sembarangan, sungai tercemar limbah, dan udara dipenuhi polusi. Jika kerusakan ini terus dibiarkan, maka bencana dan krisis kehidupan hanyalah soal waktu.
Melestarikan alam bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban. Kita harus menjaga hutan agar tetap menjadi paru-paru dunia, merawat laut agar tetap menjadi sumber kehidupan, dan melindungi tanah agar tetap subur untuk generasi yang akan datang. Alam yang terjaga akan memberi keseimbangan, sementara alam yang rusak hanya akan menghadirkan bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, dan perubahan iklim ekstrem.
Kita juga harus melestarikan alam karena masa depan anak cucu kita bergantung padanya. Mereka berhak menghirup udara bersih, meminum air yang jernih, serta menikmati keindahan bumi yang masih utuh. Jika hari ini kita abai, maka generasi mendatanglah yang akan menanggung akibatnya.
Melestarikan alam dapat dimulai dari hal kecil: tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, hemat air dan listrik, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan. Tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama akan membawa perubahan besar bagi bumi.
Pada akhirnya, melestarikan alam berarti melestarikan kehidupan itu sendiri. Karena saat alam dijaga, manusia pun akan hidup lebih aman, sehat, dan sejahtera.
