
Sumbawa, NTB. SamantaNews.Com – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., MM, kembali menjalankan agenda reses masa sidang I tahun 2026 dengan menyambangi konstituen di RT 02 RW 10 Karang Gudang, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa.
Kegiatan yang berlangsung di tengah permukiman penduduk itu berlangsung hangat dan dihadiri puluhan warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang membelit keseharian mereka.
Seperti halnya pada titik-titik reses sebelumnya, Politisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang juga Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa ini membuka forum dengan pemaparan singkat mengenai tujuan reses. Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk menjaring langsung denyut nadi kebutuhan masyarakat.
“Ini adalah kewajiban konstitusional saya. Reses adalah jembatan antara rakyat dan pengambil kebijakan. Saya ingin memastikan bahwa suara warga Karang Gudang tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan di gedung DPRD,” ujar Sandi di hadapan warga, Kamis malam (12/02/2026).
Dalam pertemuan tersebut, setidaknya ada dua isu krusial yang paling menyita perhatian warga. Pertama, keluhan mengenai pemutusan akses layanan BPJS Kesehatan secara sepihak oleh Kementerian Sosial. Sejumlah warga mengaku baru mengetahui kartu BPJS mereka nonaktif saat hendak berobat di fasilitas kesehatan. “Tidak ada pemberitahuan, apalagi sosialisasi. Tiba-tiba tidak bisa dipakai. Ini sangat menyulitkan, apalagi untuk warga yang setiap bulan harus kontrol kesehatan,” keluh salah satu warga.
Kedua, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang dalam sepekan terakhir kian meresahkan. Warga Karang Gudang mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut lantaran di lingkungan sekitar tidak terdapat pangkalan resmi maupun agen. Akibatnya, warga terpaksa membeli di pengecer dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau bahkan harus keluar jauh ke kecamatan tetangga.
“Di sini tidak ada pangkalan. Kalau ada agen pun jauh. Kadang kami beli eceran sampai Rp40-50 ribu per tabung. Ini memberatkan ibu-ibu rumah tangga yang tiap hari masak,” ujar seorang ibu perwakilan warga.
Tak hanya dua persoalan besar itu, warga Karang Gudang juga menyuarakan kebutuhan mendasar di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Aspirasi yang mengemuka antara lain bantuan sarana prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Majelis Taklim, fasilitas Posyandu, hingga alat penunjang kegiatan sosial seperti terop dan kursi untuk hajatan warga. Tak ketinggalan, warga juga berharap adanya program beasiswa pendidikan untuk perguruan tinggi bagi putra-putri daerah berprestasi dari kalangan tidak mampu.
“Kami juga minta perhatian untuk UMKM lokal. Banyak ibu-ibu di sini punya usaha kecil, tapi masih kekurangan modal dan alat produksi. Kalau bisa difasilitasi, itu akan sangat membantu ekonomi keluarga,” imbuh warga lainnya.
Menanggapi deretan aspirasi tersebut, Sandi menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat. Ia mencatat seluruh masukan secara rinci dalam buku laporan reses. Terkait persoalan BPJS, Sandi berjanji akan segera mengonsultasikannya dengan pihak BPJS Kesehatan Cabang Sumbawa dan Dinas Sosial serta pembahasan di Komisi IV DPRD yang membidangi kesejahteraan rakyat. “Ini soal hak dasar warga negara. Saya akan dorong agar ada evaluasi sistem komunikasi antara BPJS, Dinas Sosial dan peserta, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Untuk kelangkaan gas elpiji 3 kg, Sandi mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Pertamina guna mengusulkan penambahan pangkalan resmi di Karang Gudang. Sedangkan untuk aspirasi lainnya seperti sarana PAUD, beasiswa, hingga fasilitas posyandu dan UMKM, Sandi akan terus menyuarakan di Parlemen agar Pemerintahan daerah selaku eksekutor program dapat memperhatikan masyarakat Karang Gudang dan jika memungkinkan anggaran tersedia
akan diupayakan terakomodir dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk diusulkan pada pembahasan APBD induk tahun mendatang.
“Semua aspirasi ini ada skala prioritas. Saya tidak ingin janji kosong. Maka itu, saya minta doa dan dukungan warga agar apa yang kita perjuangkan bersama bisa terwujud nyata,” pungkas Sandi.
Kegiatan reses yang berlangsung hingga tengah malam itu ditutup dengan foto bersama. Warga berharap pertemuan langsung dengan wakil rakyat ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi benar-benar membawa perubahan bagi Karang Gudang. (**)
