
Sumbawa Besar, Samantanews.com — 19/11 ǰ– Pulau Sumbawa telah memasuki musim hujan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, tanah longsor hingga gelombang tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau seluruh masyarakat Pulau Sumbawa agar lebih siaga untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat bencana.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Ahmadi, bersama Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, saat meninjau lokasi jalan putus di Kabupaten Sumbawa belum lama ini, menyampaikan bahwa awal musim hujan saat ini memiliki potensi bencana yang cukup tinggi.
“Seperti halnya di Kabupaten Bima dan Dompu sudah terjadi banjir di awal musim hujan. Begitu juga di Kabupaten Sumbawa, selain banjir juga terjadi longsor,” jelasnya.
BPBD Provinsi NTB bekerja sama dengan pemerintah kabupaten hingga desa untuk melakukan pemetaan dan pendataan wilayah rawan bencana.
“Kami telah mendata puluhan titik rawan bencana yang tersebar di kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa. Potensinya antara lain banjir rob, angin kencang, puting beliung, dan banjir,” ujarnya.
“Abrasi dan jenis bencana lain juga menjadi perhatian kami,” sambungnya.
Ahmadi menambahkan bahwa meskipun intensitas hujan saat ini masih tergolong ringan, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
“Kepada para nelayan dan warga yang beraktivitas di laut, kami harapkan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan memantau informasi yang dirilis BMKG,” tegasnya.
Langkah tersebut penting dilakukan sebelum memutuskan berangkat melaut, untuk mencegah kecelakaan kerja akibat cuaca buruk.
Di akhir pernyataannya, Ahmadi berharap masyarakat melengkapi diri dengan peralatan keselamatan yang memadai. Pihaknya juga telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) di setiap kecamatan yang siap siaga selama 24 jam. (**)
