
Sumbawa Besar, SamantaNews.com– 6 Mei 2026 – Pemerintah Desa Utan Tengah, Kecamatan Utan, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Simulasi Penanggulangan Bencana skala lokal desa pada Rabu (06/05/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus mendukung program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.
Pada hari pertama, rangkaian kegiatan meliputi penilaian ketangguhan mandiri serta Bimtek simulasi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program Destana guna meningkatkan kapasitas desa dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Bimtek ini juga berkaitan dengan Penilaian Ketangguhan Mandiri (PKM) yang menjadi acuan dalam menentukan klasifikasi Desa Tangguh Bencana. Hasil dari kegiatan ini diharapkan memberikan dampak nyata, di antaranya peningkatan kapasitas masyarakat, penentuan klasifikasi Destana, dasar penentuan prioritas penganggaran kebencanaan tahun berikutnya, serta menjadi rekomendasi bagi desa untuk mendapatkan prioritas dukungan dari pihak ketiga atau NGO yang bergerak di bidang kebencanaan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur masyarakat Desa Utan Tengah, mulai dari RT/RW, Karang Taruna, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kepala Desa Utan Tengah, Zainal Muttaqin, SP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi seluruh masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak gagap saat terjadi bencana. Kita mendapatkan materi langsung dari BPBD Kabupaten Sumbawa terkait pengurangan risiko bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Utan yang diwakili oleh Tabrani, AMD.Kep, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk merefleksikan kesiapan kita dalam menghadapi bencana. Kita harus memahami langkah-langkah yang harus dilakukan, karena bencana seperti gempa bumi tidak bisa diprediksi,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Kepala Bidang I BPBD Kabupaten Sumbawa, Sukiman, ST., menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
“Beberapa desa saat ini mengalami bencana seperti kebakaran, banjir, bahkan kekeringan. Oleh karena itu, kita harus membekali diri dengan kesiapsiagaan. BPBD siap melakukan mitigasi bencana,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan pentingnya penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) berkapasitas 4 kilogram di setiap masjid agar dapat digunakan secara cepat saat terjadi kebakaran. Selain itu, pihaknya akan menyiapkan rambu-rambu jalur evakuasi dan titik kumpul bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang II BPBD Kabupaten Sumbawa Bidang Kedaruratan dan Logistik, Dr. Rusdianto, turut memberikan paparan terkait mitigasi bencana kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan pemahaman warga terhadap langkah-langkah penanganan darurat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Desa Utan Tengah semakin siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (SN)
