
Sumbawa Besar, Samantanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar Simulasi Table Top Exercise (TTX) Banjir di Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Kamis (18/06/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana banjir yang menjadi salah satu ancaman prioritas di wilayah tersebut.
Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana dan Perubahan Iklim Desa Kukin Tahun 2025, banjir memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya curah hujan, karakteristik topografi wilayah, serta kondisi aliran sungai dan sistem drainase yang belum optimal.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Kukin telah menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) Banjir yang memuat skenario ancaman, mekanisme respons, pembagian peran para pihak, serta prosedur penanganan darurat yang menjadi pedoman saat terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa Muhammad Nurhidayat ST, melalui Dr. Rusdianto Ar Kabid II Bpbd, menjelaskan bahwa keberadaan dokumen Renkon perlu diuji untuk memastikan efektivitas implementasinya di lapangan. Salah satu metode yang digunakan adalah melalui simulasi Table Top Exercise (TTX), yaitu latihan berbasis diskusi terstruktur yang menggambarkan skenario kejadian bencana secara bertahap.
“Melalui simulasi ini, seluruh peserta dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi kondisi darurat banjir, sekaligus menguji kesiapan mekanisme koordinasi yang telah disusun dalam Rencana Kontinjensi,” ujarnya. Pada Media Samantanews.
Simulasi tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, lembaga desa, relawan, tokoh masyarakat, kelompok rentan, serta berbagai pihak terkait lainnya. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kapasitas desa dalam merespons kejadian banjir secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan, kegiatan TTX juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko dan dampak banjir, menguji efektivitas pengambilan keputusan saat kondisi darurat, mengidentifikasi kelemahan atau kesenjangan dalam rencana penanganan bencana, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Adapun output yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi tersusunnya laporan hasil simulasi yang memuat jalannya kegiatan, temuan utama, serta dokumentasi pelaksanaan. Selain itu, perangkat desa dan masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme respons darurat dan pengambilan keputusan saat terjadi bencana banjir.
BPBD Kabupaten Sumbawa juga menargetkan lahirnya berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan Desa Kukin, termasuk penguatan koordinasi antar-pihak, penyempurnaan alur respons darurat, serta peningkatan peran masing-masing unsur dalam penanggulangan bencana banjir di tingkat desa.
Dengan adanya simulasi TTX ini, Desa Kukin diharapkan semakin siap menghadapi potensi bencana banjir dan mampu meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat. (SN)
