
SUMBAWA, NTB, SamantaNews.Com – Sabtu/01/08 – Suasana panik sempat menyelimuti lingkungan SDN Tepal pada Sabtu saat para siswa bersama dewan guru berhamburan keluar kelas menuju titik kumpul di lapangan sekolah setelah terdengar tanda terjadinya gempa bumi. Namun, kepanikan tersebut bukan disebabkan gempa yang sebenarnya, melainkan bagian dari simulasi mitigasi bencana yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta didik dan tenaga pendidik mengenai langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi. Seluruh peserta mengikuti simulasi evakuasi sesuai prosedur menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Kepala SDN Tepal yang akrab disapa Pak Sahi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kebencanaan sangat penting diberikan sejak dini agar siswa maupun guru memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa.
«”Kegiatan ini sangat penting diberikan kepada siswa-siswi kami, bahkan kepada kami para guru. Sehingga ketika terjadi gempa, anak-anak didik kami mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Dengan demikian mereka siap, dan kami sebagai guru juga siap memahami bagaimana cara menyelamatkan diri maupun membimbing peserta didik,” ujarnya.»

Selain simulasi evakuasi, para guru juga mendapatkan materi mengenai peran penting tenaga pendidik dalam mengondisikan peserta didik saat terjadi bencana. Guru dinilai sebagai garda terdepan di lingkungan sekolah yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan siswa ketika situasi darurat terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, pemateri dari BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto Ar, menekankan bahwa pendidikan kebencanaan harus ditanamkan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana.
Menurutnya, kesiapsiagaan yang dibangun melalui latihan secara berkala akan membantu mengurangi kepanikan siswa ketika menghadapi gempa, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun ketika berada di rumah.
Melalui kegiatan mitigasi ini, BPBD Kabupaten Sumbawa berharap seluruh warga sekolah mampu memahami prosedur penyelamatan diri, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana. (SN)
