
SUMBAWA, NTB, SamantaNews.com — 11 Juli 2026 – Upaya memperkuat kesehatan mental keluarga terus dilakukan melalui pendekatan berbasis masyarakat. Komunitas KORASA bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa resmi menggelar Workshop GINARASA 2 pada Sabtu (11/7), yang dirangkaikan dengan peluncuran modul pendampingan keluarga bertajuk “Ada Apa dengan Anak Remajaku?”.
GINARASA atau Gerakan Ina’ dan Korasa merupakan program kolaboratif yang diinisiasi KORASA bersama PKK Kabupaten Sumbawa. Gerakan ini bertujuan membekali para ibu dengan pengetahuan dan keterampilan membangun komunikasi yang sehat, terbuka, serta penuh empati dengan anak-anak yang sedang memasuki masa remaja.

Melalui program tersebut, para ibu diharapkan mampu memahami perubahan psikologis, emosional, dan sosial yang dialami remaja, sehingga tercipta hubungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam pelaksanaannya, KORASA menggandeng psikolog Pujiarohman sebagai narasumber utama yang akan memberikan pelatihan kepada kader PKK berdasarkan materi dalam modul tersebut. Selanjutnya, para kader yang telah mengikuti pelatihan akan menjadi fasilitator di lingkungan masing-masing dengan meneruskan edukasi kepada para Ina’ di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Sumbawa.

Program GINARASA akan dijalankan selama tiga bulan sebagai tahap awal implementasi. Untuk mengukur efektivitasnya, KORASA akan melakukan evaluasi melalui penelitian terstruktur yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KORASA, Fayha Haniya Fahri. Hasil penelitian tersebut akan menjadi dasar dalam menilai dampak program terhadap peningkatan ketahanan mental keluarga.
Workshop ini juga terlaksana berkat dukungan penuh seluruh pengurus dan anggota KORASA yang terlibat sebagai panitia, di antaranya Rina, Farrel, Vano, Rury, dan Nayla, yang bersama-sama memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader di lapangan, KORASA bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan penghargaan khusus bagi tiga kader PKK yang dinilai paling berhasil menjalankan program GINARASA selama masa pendampingan.
Apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap kesehatan mental dan ketahanan keluarga, GINARASA direncanakan akan menjadi program berkelanjutan serta dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (IKA)
