
SUMBAWA, NTB, SamantaNews.com — 10 Juli 2026 – Komitmen dalam pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Komunitas KORASA melalui aksi nyata para pengurus dan anggotanya yang turun langsung sebagai Relawan Kesehatan Masyarakat (Public Health Volunteer). Pada Kamis (10/7), KORASA menggelar dua kegiatan bakti masyarakat yang berfokus pada edukasi kesehatan di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Utan pada pagi hari dan Sumbawa Besar pada sore hari.

Dalam kegiatan tersebut, relawan muda KORASA membagi program menjadi dua agenda utama, yaitu penyuluhan mengenai dampak kesehatan akibat pernikahan dini serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Pada kegiatan di Kecamatan Utan, penyuluhan tentang dampak kesehatan pernikahan dini dipimpin oleh Fayha Haniya Fahri sebagai fasilitator utama, didampingi Farrel dan Rina bersama anggota KORASA lainnya. Melalui pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan kalangan remaja, para fasilitator mengajak peserta memahami berbagai risiko yang ditimbulkan oleh pernikahan di usia dini.

Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa pernikahan dini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan reproduksi remaja putri yang harus menjalani kehamilan pada usia muda, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas generasi yang akan lahir. Selain itu, pernikahan dini dinilai dapat menghambat pendidikan, membatasi kesempatan mengembangkan potensi diri, serta mengurangi peluang meraih masa depan yang lebih baik bagi remaja, baik laki-laki maupun perempuan.

Sementara itu, di Sumbawa Besar, edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemeliharaan kebersihan diri anak dipandu oleh Rury dan Nayla bersama anggota KORASA lainnya. Kegiatan ini menyasar anak-anak dari lingkungan dengan keterbatasan ekonomi, yang masih memerlukan penguatan pemahaman mengenai pentingnya sanitasi dan kebersihan diri.
Melalui penyuluhan tersebut, para peserta diajak membiasakan perilaku hidup bersih sebagai langkah sederhana namun penting dalam menjaga kesehatan. Anak-anak juga diberikan pemahaman bahwa menjaga kebersihan diri merupakan investasi bagi masa depan yang sehat, produktif, dan berprestasi.

Gerakan kerelawanan yang dijalankan KORASA berlandaskan nilai-nilai pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Materi yang disampaikan para fasilitator merupakan hasil dari proses pembelajaran yang selama ini diperoleh anggota KORASA melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas yang rutin menghadirkan para pakar dari berbagai bidang keilmuan.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa prinsip utama KORASA, yakni mencari ilmu, mengamalkannya, dan membagikannya kembali kepada masyarakat sebagai bentuk amal saleh, terus diwujudkan melalui aksi nyata.
Melalui dedikasi para relawan muda ini, KORASA berharap kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat Sumbawa yang sehat, cerdas, dan berdaya. (Ika)
