
SUMBAWA NTB, SamantaNews.com — 26 Juli 2026 – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Kabupaten Sumbawa memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran komunikasi dalam pelaksanaan Gladi Lapang Bencana Banjir yang digelar di enam desa se-Kecamatan Moyo Utara, Sabtu, 25/07/26 Pagi
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa tersebut melibatkan ratusan peserta dan berbagai unsur relawan kebencanaan.
Ketua RAPI Wilayah Sumbawa, Dr. Rusdianto AR, mengatakan bahwa RAPI telah terlibat sejak tahap persiapan hingga puncak pelaksanaan gladi lapang sebagai bentuk komitmen mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini dari awal hingga puncak gladi lapang yang mensimulasikan seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari penyampaian informasi, koordinasi antarpos, hingga proses evakuasi mandiri masyarakat,” ujar Dr. Rusdianto.
Dalam simulasi tersebut, RAPI berperan sebagai penghubung komunikasi radio antara Pos Komando Kecamatan dengan seluruh Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) di enam desa se-Kecamatan Moyo Utara. Sistem komunikasi satu garis komando diterapkan agar seluruh informasi dapat diterima secara cepat, tepat, dan akurat oleh setiap unsur yang terlibat.
Menurut Dr. Rusdianto, peran komunikasi merupakan salah satu kunci utama dalam penanganan bencana. Karena itu, RAPI terus berkomitmen hadir di setiap kegiatan kemanusiaan maupun penanggulangan bencana sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

“Hal ini sejalan dengan semangat organisasi RAPI yang selalu hadir membantu komunikasi pada setiap kejadian bencana di berbagai wilayah Nusantara,” tambahnya.
Selama pelaksanaan gladi lapang, RAPI bekerja sama dengan MDMC Sumbawa untuk memastikan seluruh jalur komunikasi radio berjalan lancar, sehingga koordinasi antarpetugas di lapangan dapat berlangsung efektif dan mendukung suksesnya simulasi penanggulangan bencana banjir.
Gladi Lapang Bencana Banjir ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menguji sistem komando dan komunikasi dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kecamatan Moyo Utara. (SN)
