
LABUHAN SANGORO, SamantaNews.Com 10 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus didorong oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Samawa (UNSA) Tahun 2026. Melalui Kelompok 17, mahasiswa KKL UNSA berkolaborasi dengan PT Maja Royal Vannamei mendistribusikan bak sampah organik dan non-organik bagi masyarakat Desa Labuhan Sangoro.
Sebanyak 10 pasang atau 20 unit bak sampah organik dan non-organik didistribusikan secara serentak pada Minggu, 9 Agustus 2026. Fasilitas tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis dan fasilitas umum yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk menyediakan sarana kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Menjangkau Fasilitas Umum hingga Kawasan Pesisir
Bak sampah yang disalurkan Kelompok 17 KKL UNSA bersama PT Maja Royal Vannamei ditempatkan di berbagai lokasi di Desa Labuhan Sangoro.
Sejumlah lokasi tersebut antara lain tempat ibadah seperti masjid, Kantor Desa, Kantor BPD, Gedung Serbaguna, lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah hingga PAUD, serta kawasan pesisir dan Pulau Gili Tapan.
Penempatan di berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membuang sampah sesuai jenisnya sekaligus mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Edukasi Kebersihan Sejak Dini
Perwakilan mahasiswa KKL UNSA Kelompok 17, Hamsati Safitri, mengatakan bahwa penyediaan tempat sampah terpilah merupakan bagian dari edukasi lingkungan yang diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Penyediaan tempat sampah organik dan non-organik ini bukan sekadar penyerahan fisik, melainkan bagian dari edukasi berkelanjutan agar masyarakat Desa Labuhan Sangoro, khususnya generasi muda di sekolah dan PAUD, terbiasa memilah sampah sejak dini,” ujar Hamsati Safitri.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak dini dapat menjadi langkah sederhana namun penting dalam membangun budaya hidup bersih dan menjaga lingkungan desa.
Kolaborasi antara mahasiswa KKL UNSA dan PT Maja Royal Vannamei juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Mendapat Apresiasi Masyarakat
Pemerintah Desa Labuhan Sangoro dan para pengelola fasilitas umum menyambut baik program tersebut. Kehadiran bak sampah organik dan non-organik dinilai dapat membantu menyediakan fasilitas kebersihan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Melalui program tersebut, Kelompok 17 KKL UNSA 2026 bersama PT Maja Royal Vannamei berharap fasilitas yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama.
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju Desa Labuhan Sangoro yang lebih bersih, sehat, asri, dan terbebas dari sampah liar, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. (HS)
