
NTT, Samantanews.com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Gempa tersebut terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan kedalaman 15 kilometer.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dan sempat menimbulkan kepanikan masyarakat. BMKG juga sempat menerbitkan peringatan dini tsunami menyusul gempa kuat tersebut.
Namun, peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan telah berakhir setelah BMKG melakukan pemantauan terhadap kondisi di wilayah terdampak.
Hingga pukul 07.07 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat sedikitnya 37 gempa susulan. Magnitudo gempa susulan tersebut berkisar antara M 3,7 hingga M 6,2.

Di tengah situasi tersebut, laporan korban jiwa juga muncul dari Kabupaten Sikka, NTT. Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, melaporkan dua orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Pelabuhan Laurentius Say.
Simon mengatakan, salah satu korban merupakan seorang ibu yang hendak bepergian menuju Kupang. Korban lainnya merupakan seorang pasien asal Adonara yang saat itu berada di pelabuhan untuk pulang.
“Yang satu ibu mau ke Kupang. Jadi kena runtuhan, meninggal. Satu lagi bapak pasien orang Adonara, sudah mau pulang di pelabuhan,” kata Simon.
Petugas dan pihak terkait masih melakukan pemantauan serta penanganan di sejumlah lokasi yang terdampak. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah, mengingat gempa susulan masih terjadi. (SN)
