
SUMBAWA, NTB, SamantaNews.Com — 2 Agustus 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbawa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB), serta mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Samawa (UNSA) menggelar kegiatan edukasi mitigasi bencana di SDN Tepal, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas undangan resmi dari SDN Tepal kepada BPBD Kabupaten Sumbawa untuk memberikan pembekalan mengenai mitigasi kebencanaan kepada seluruh peserta didik dan tenaga pendidik. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kemampuan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.

Pelaksanaan edukasi tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan pentingnya upaya mitigasi sebagai bagian dari penyelenggaraan penanggulangan bencana guna mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, melalui Kepala Bidang II BPBD, Dr. Rusdianto Ar, mengatakan bahwa mitigasi merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana. Pengurangan risiko bencana tentunya diawali melalui edukasi dan mitigasi kebencanaan sehingga masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para siswa. Peserta tampak aktif mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh tim BPBD, MDMC Sumbawa, dan F-PRB, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, langkah kesiapsiagaan, hingga tindakan penyelamatan diri ketika terjadi keadaan darurat.
Selain menerima materi di dalam kelas, para siswa juga mengikuti simulasi gempa bumi yang diperagakan secara bertahap. Dalam simulasi tersebut, peserta diajarkan cara melindungi diri saat gempa, proses evakuasi menuju titik kumpul, serta pentingnya tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.
Mahasiswa KKL Universitas Samawa (UNSA) juga turut berperan aktif mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi hingga pelaksanaan simulasi. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan mampu memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah dan menjadikan SDN Tepal sebagai sekolah yang tangguh dalam menghadapi potensi bencana. (SN)
