
Samantanews.com. Kamis/11/06/26 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) di Desa Sabedo, Kecamatan Utan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Kepala Desa Sabedo, Arifin, ST., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi geografis Desa Sabedo termasuk wilayah yang cukup rawan terhadap berbagai jenis bencana. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini pemerintah desa berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat.
“Geografis Desa Sabedo sangat rawan bencana. Melalui kegiatan ini, kami selaku Pemerintah Desa dapat memahami apa dan sikap apa yang akan kami ambil nantinya ketika terjadi bencana alam di wilayah kami. Harapannya, masyarakat dapat melewati masa kedaruratan tanpa kepanikan, sehingga tercipta masyarakat yang tangguh dan tanggap terhadap bencana,” ujar Arifin.

Sementara itu, Pendamping Desa, Dahlia, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan ketentuan Permendesa Nomor 16 tentang prioritas penggunaan Dana Desa, yang salah satunya diperuntukkan bagi kegiatan penanggulangan bencana.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari Permendesa Nomor 16 tentang pokok penggunaan Dana Desa, khususnya pada bidang penanggulangan bencana. Diharapkan output dari kegiatan ini adalah terciptanya relawan desa yang tangguh dan mampu menjadi garda terdepan saat terjadi bencana, tentunya dengan tetap berkoordinasi bersama BPBD Kabupaten Sumbawa,” tegas Dahlia.

Hal senada juga disampaikan oleh Sukiman, Kepala Bidang I BPBD Kabupaten Sumbawa. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebagai bentuk kesiapan individu maupun masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
“Kesiapsiagaan merupakan bentuk sikap kita ketika menghadapi bencana. Bagaimana kita mengkondisikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar saat terjadi bencana. Dengan kesiapan tersebut, kita dapat mengurangi risiko-risiko yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Selain itu, Dr. Rusdianto AR, Kepala Bidang II BPBD Kabupaten Sumbawa, memberikan pemahaman kepada anggota Pasukan Destana Desa Sabedo mengenai pentingnya sistem komando dalam penanggulangan bencana.

Menurutnya, dalam proses pemetaan kondisi lapangan, pengumpulan data, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat harus dilakukan melalui satu pintu agar informasi yang diterima akurat dan tidak menimbulkan kebingungan.
“Hierarki garis komando dalam kebencanaan harus jelas. Saat memetakan kondisi, mengumpulkan, dan memberikan informasi harus melalui satu pintu. Peta wilayah harus jelas, situasi dan kondisi lapangan harus diketahui, termasuk lokasi serta jalur evakuasi. Dengan demikian, ketika terjadi bencana, masyarakat dapat segera diarahkan menuju tempat yang aman sesuai dengan jenis bencana yang dihadapi,” ungkap Dr. Rusdianto AR.

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, diharapkan Relawan Desa Tanggap Bencana Desa Sabedo mampu menjadi ujung tombak dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan awal saat terjadi bencana. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pendamping desa, dan BPBD Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat mewujudkan Desa Sabedo sebagai desa yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (SN)
