
Sumbawa, NTB, Samantanews.com – Senyum haru dan rasa syukur terpancar dari wajah para korban kebakaran di Dusun Karang Sawo, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Setelah genap tiga bulan menjalani masa pengungsian dengan menumpang di rumah sanak keluarga hingga tinggal di bawah kolong rumah tetangga, kini sebanyak 30 kepala keluarga (KK) akhirnya dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun melalui bantuan Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI tersebut kini resmi dapat ditempati oleh masyarakat terdampak. Proses pembangunan dan pendampingannya dilakukan secara intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa.
Sebagai bentuk rasa syukur, pada Jumat (12/06/2026), masyarakat bersama pemerintah menggelar acara tasyakuran Huntara bagi para korban kebakaran Karang Sawo, Desa Kalimango.
Camat Alas, Usman Yusuf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB RI yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat terdampak kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemerintah Pusat melalui BNPB RI yang telah memberikan bantuan berupa hunian sementara kepada korban kebakaran. Saat ini sebanyak 30 kepala keluarga terdampak sudah bisa menempati rumahnya. Kolaborasi antara BNPB dan BPBD Kabupaten Sumbawa sejak awal kejadian hingga saat ini terus intens memberikan bantuan logistik maupun pembangunan Huntara,” ujarnya.
Usman menambahkan, tasyakuran yang digelar menjadi wujud rasa syukur atas terpenuhinya kebutuhan tempat tinggal sementara bagi warga sembari menunggu program pembangunan hunian tetap (Huntap).
Sementara itu, Direktur BNPB RI, Brigjen Johan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemulihan pascabencana kebakaran tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta dalam pemulihan pascabencana kebakaran ini, khususnya kepada BPBD Kabupaten Sumbawa yang terus fokus mengawal program Huntara ini meskipun sumber anggarannya berasal dari Pemerintah Pusat melalui BNPB RI,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena para korban kini tidak lagi harus hidup dalam kondisi mengungsi.
“Saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Selamat kepada saudara-saudara saya semua yang sekarang sudah bisa menempati rumahnya. Alhamdulillah, kebutuhan tempat tinggal sementara ini telah terpenuhi. Walaupun masih dalam bentuk hunian sementara, setidaknya masyarakat sudah tidak perlu lagi menumpang atau mengungsi,” ungkap Brigjen Johan.
Rasa haru juga disampaikan oleh Musa, perwakilan warga terdampak kebakaran. Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada BNPB RI, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui BPBD, serta seluruh pihak yang telah membantu masyarakat sejak awal musibah terjadi.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BNPB RI yang telah membantu kami sejak awal bencana hingga rumah-rumah ini berdiri. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, khususnya BPBD, serta semua pihak yang telah peduli kepada kami. Rasa syukur dan terima kasih ini tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata,” ucap Musa penuh haru di hadapan Brigjen Johan.
Terhitung mulai hari ini, masyarakat korban kebakaran Karang Sawo, Desa Kalimango, telah resmi menempati hunian sementara yang disediakan pemerintah. Sementara itu, mereka masih menantikan program lanjutan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang direncanakan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Kembalinya para korban ke tempat tinggal yang lebih layak menjadi awal baru bagi mereka untuk bangkit dan menata kembali kehidupan setelah musibah kebakaran yang melanda beberapa bulan lalu. (SN)
