
Sumbawa Besar, NTB, SamantaNews.com —Setelah melalui proses yang dinamis, akhirnya Iqbaluddin Huzaini, terpilih dalam Konfercab ke-X Gerakan Pemuda Sumbawa Kabupaten Sumbawa, yang dilaksanakan pada Sabtu (30/5/2026) di Hotel Suci Sumbawa.
Terpilihnya Iqbal setelah bermufakat dalam musyawarah bersama 2 calon lain yakni Rudianto dan Arsonaria. Ketiganya merupakan kader dan pengurus di PAC masing-masing. Iqbal sebelumnya menjabat sebagai Ketua PAC Alas, Rudianto sebagai Ketua PAC Orong Telu dan Arsonaria adalah Sekretaris PAC Batulanteh
Konfercab ini dihadiri langsung oleh Ketua PW GP Ansor NTB, Dr. Irfan Suriadata dan dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori serta Ketua PCNU Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah.
Iqbal dalam pidato pertamanya sebagai Ketua PC Ansor Sumbawa, menyampaikan harapannya bahwa PC Ansor Sumbawa meneruskan perjuangan para pendahulu.
“Saya berharap PC Ansor dan Kadernya tidak sampai di sini tapi meneruskan pekerjaan yang dilakukan para penerus. Ada PR yang sangat besar untuk mengkaderasi kader. Ada 24 Kecamatan untuk dikonsolidasikan,” kata Iqbal.
Ia menegaskan agar para sahabat kader Ansor jangan mencari besar di Ansor namun besarkan Ansor maka para sahabat akan besar.
“Ini langkah pertama kita untuk membesarkan Ansor di Kabupaten Sumbawa,” tegas Iqbal.
Ketua PW GP Ansor NTB Dr Irfan Suriadata, dalam pidato penutupan Konfercab GP Ansor ke-X Kabupaten Sumbawa, bahwa prosesnya telah melahirkan kepimpinan baru dalam musyawarah yang merupakan amanat organisasi untuk sama-sama berkhidmat di organisasi.
“Saya merasa optimis. Yakin Ansor Kabupaten Sumbawa jauh lebih bagus,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan Ansor di Kecamatan lain selain aktif di bawah melalukan kaderasi aktif juga di media sosial sebagai wilayah pertempuran ideologi untuk memberikan informasi positif bagi masyarakat di media sosial.
“Saya harap keterpilihan ketua membawa barokah bagi Ansor. Status sebagai ketua hanyalah administratif tapi lebih berkhidmat di organisasi. Saya harapkan ketua terpilih bisa mengayomi, ketua tidak menjadi simbol yang menyebabkan pengurus tidak aktif di organisasi,” papar Irfan.
Ia menambahkan bahwa ketua diharapkan bisa menjadi sosok yang membersamai semua kader. Perlakuan sama, hak dan kewajibannya. Yang membedakan adalah perjuangan di masyarakat.
Ketua tidak boleh one man show, kalau ketua tidak lagi dipercaya organisasi maka tamatlah organisasi.
Rawat kaderasi, SK akan diberikan setelah uji coba kepengurusan melalui kaderasi. Semua yang masuk pengurus wajib hukumnya kaderasi. Konsolidasikan struktur organisasi, bentuk struktur sampai ranting. Yang digerakan adalah pengurus bukan Ketua. (SN)
